MERKURI BIKIN RUGI
KITA SEMUA..
Apa sih Merkuri
Klik Tombol dibawah untuk mengetahui tentang merkuri
Merkuri atau yang lebih dikenal dengan air raksa adalah unsur kimia dengan symbol Hg dengan nomor atom 80. Merkuri berwana perak dan berbentuk cair pada suhu ruangan dan akan mudah menguap disuhu tinggi.
Merkuri di alam berasal dari batuan Cinnabar. Merkuri merupakan salah satu bahan kimia beracun dan berbahaya bagi Kesehatan dan lingkungan oleh karena bersifat racun, tidak dapat hilang, bio-akumulasi dan dapat berpindah dalam jarak jauh di lingkungan.
Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Minamata pada tanggal 20 September 2017 secara resmi dengan disahkannya Undang-Undang No. 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri). Pada tahun 2019, melalui Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2019, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Rencana Aksi Nasional Penurunan dan Penghapusan Merkuri di 4 sektor yaitu Sektor Kesehatan, PESK, Energi dan Manufaktur.
Indonesia termasuk satu dari 8 negara yang ditargetkan untuk menghilangkan merkuri dari sektor PESK melalui program PlanetGold.
Merkuri kerapkali digunakan oleh penambang di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) untuk mengikat emas karena prosesnya cepat dan mudah. Pagi hari batuan yang mengandung emas digali dari dalam tanah, pada sore hari emas sudah bisa didapatkan dengan menggunakan merkuri. Emas kemudian dijual ke pengumpul dan kemudian di bawa ke toko emas. Bisa jadi emas yang kamu miliki saat ini berasal dari pertambangan emas skala kecil yang mengandung merkuri. Saat ini peredaran merkuri saat ini sudah dilarang oleh pemerintah, namun masih banyak ada penambang yang menggunakan merkuri.
Sangat penting untuk mengetahui sumber dari emas yang kita beli. Produksi emas di dunia berasal dari 3 jenis pertambangan yaitu: dari pertambangan emas skala besar, pertambangan emas skala menengah dan juga pertambangan emas skala kecil (PESK). PESK berkontribusi pada 20% dari total produksi emas dunia. Namun masih banyak dijumpai pengolahan emas di PESK yang menggunakan merkuri untuk ekstraksi emas. Tidak sedikit juga di PESK yang melibatkan pekerja perempuan dan anak.
Merkuri bisa masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan permukaan kulit. Penambang Emas Skala Kecil seringkali tidak menggunakan alas kaki maupun alat perlindungan diri lainnya sehingga rentan terhadap paparan merkuri secara langsung dan tidak langsung.
Merkuri juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan, seperti sayuran. Sayur yang tumbuh di sekitar lokasi tambang emas yang menggunakan merkuri berbahaya untuk dikonsumsi.
Merkuri juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan atau jenis makanan laut lainnya. Semakin besar ukuran ikannya, semakin tinggi kadar merkuri yang terdapat di ikan maupun makanan laut tersebut. Oleh karena itu, hindari makan ikan yang berukuran besar.
Keracunan merkuri lebih fatal bila terjadi kepada perempuan yang sedang mengandung. Jika kadar merkuri di tubuh lebih tinggi dari ambang batas, resiko anak terlahir cacat fisik amatlah tinggi.
Apa kerugian Akibat merkuri
Kesehatan
Merkuri berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan gangguan saraf, gangguan pernafasan dan kardiovaskuler. Paparan merkuri selama kehamilan juga bisa menyebabkan gangguan perkembangan pada janin. Akibatnya, anak bisa mengalami gangguan fungsi kognitif, gangguan ingatan, serta gangguan bicara, motorik, dan penglihatan.
Lingkungan
Penggunaan merkuri untuk pengolahan emas di sektor PESK dapat mencemari sumber air bersih, tanah, udara, hingga flora dan fauna yang hidup di sekitar kawasan tambang maupun di lingkungan global.
Ekonomi & Investasi
Tangkapan emas dengan merkuri hanya sekitar 40% dibandingkan dengan teknologi non-merkuri. Hal ini tidak sebanding dengan nilai ekonomi maupun besarnya biaya rehabilitasi lahan akibat kurangnya efektivitas metode ini.
Merkuri di Sekitar Desa Tambang
Ikan
Merkuri ditemukan di ikan air tawar dan ikan laut. Tidak hanya ikan, hewan laut seperti kerrang-kerang laut juga ditemukan sudah tercemar merkuri.
Tumbuhan
Merkuri di temukan terakumulasi di bagian daun tanaman yang hidup disekitar lokasi tambang termasuk sayuran.
Air
Pencemaran merkuri di air sungai dan sumber air lainnya yang menyebabkan air tidak layak untuk diminum.
Bagaimana menghapuskan Merkuri di Sektor PESK?
Proyek GOLD-ISMIA adalah proyek kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (c.q Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan didanai oleh Global Environment Facility (GEF) yang bertujuan untuk menurunkan dan menghapuskan penggunaan merkuri dari sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) melalui pemberian bantuan teknis, transfer teknologi, pembentukan kemitraan antara swasta-publik dan akses terhadap pendanaan untuk pembelian peralatan pengolahan emas bebas merkuri. Proyek ini terdiri dari 4 komponen yang terintegrasi dengan gender, yaitu:
Regulasi
Penguatan kelembagaan dan kerangka kebijakan/peraturan untuk pertambangan emas skala kecil tanpa merkuri.
Akses Pembiayaan
Pembentukan sistem pembiayaan untuk penyediaan pinjaman dalam rangka pembelian peralatan pengolahan emas tanpa merkuri.
Teknologi dan Formalisasi
Peningkatan kapasitas teknis penambangan emas skala kecil melalui bantuan teknis, transfer teknologi dan dukungan terhadap formalisasi.
Penyadartahuan dan Monitoring Evaluasi
Monitoring dan evaluasi, peningkatan kesadartahuan mengenai bahaya merkuri dan diseminasi proyek.
Artikel
Temukan berbagai dampak positif investasi emas berkelanjutan! Mulai dari tabungan darurat di masa depan hingga melestarikan lingkungan.
Masih menggunakan dan menyimpan termometer air raksa di rumah? Hati-hati, karena ada bahaya yang mengancam di balik kegunaannya, lho.
Merkuri merupakan logam berat berbahaya yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, khususnya pengguna kosmetik.