Skip to main content

Ikan digadang-gadang sebagai salah satu jenis makanan bergizi tinggi serta baik bagi tumbuh kembang dan kecerdasan khususnya untuk anak. Benarkah begitu? Hal ini benar karena kandungan omega 3 dan protein dalam ikan memang bergizi dan baik bagi tubuh. Namun, kita harus pintar dalam memilih ikan agar terhindar dari bahaya merkuri bagi kesehatan.

Apa itu merkuri?

Merkuri (Hg) adalah logam berat yang secara alami terdapat di tanah, air, dan udara (1). Merkuri biasanya terdapat dalam limbah pabrik. Merkuri juga banyak digunakan oleh Pertambangan emas Skala Kecil (PESK). Merkuri yang banyak digunakan oleh PESK ini akan masuk ke badan air lalu mencemari sungai dan laut kemudian mengendap dalam tubuh ikan dan hewan pemakan ikan. Seperti alur rantai makanan, ikan atau hewan air yang sudah mengandung merkuri kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Bahaya Merkuri Bagi Kesehatan

Paparan merkuri dalam kadar tinggi bisa menimbulkan gangguan pada banyak sistem tubuh, seperti sistem saraf, sistem pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan juga organ tubuh, seperti paru-paru, ginjal, mata, dan kulit (2). Sementara pada ibu hamil, kadar merkuri yang terlalu tinggi bisa menyebabkan janin mengalami cacat fisik, deformasi organ (lebih banyak atau lebih sedikit), dan keterbelakangan mental.

Paparan logam merkuri juga dapat merusak sistem saraf dan mengganggu fungsi otak anak, sehingga bisa menurunkan kemampuan mereka dalam belajar dan berpikir. Intinya,semakin tinggi jumlah merkuri yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar juga kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan.

Baca juga dampak merkuri bagi kesehatan manusia

Oleh karena itu, ketika paparan merkuri sudah terjadi dalam jangka panjang, maka orang yang terpapar perlu menjalani perawatan terus-menerus. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan dampak dari keracunan merkuri terhadap sistem saraf yang bersifat permanen.

Cara Mencegah Keracunan Merkuri

Untuk mencegah bahaya merkuri bagi kesehatan yang terdapat dalam ikan, kita bisa melakukan beberapa cara berikut:

Kontrol konsumsi ikan

Salah satu upaya mengontrol asupan merkuri ke dalam tubuh adalah dengan memantau konsumsi ikan laut yang berukuran lebih besar dari telapak tangan orang dewasa seperti :

  • Todak
  • Hiu
  • Marlin
  • Tuna mata besar
  • Tuna sirip kuning
  • Tenggiri
  • Kerapu
  • Salmon
  • Kakap

Baca juga daftar ikan dengan kadar merkuri rendah hingga tinggi di sini

Mengapa ikan-ikan berukuran besar memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi?

Merkuri yang tersebar di laut akan diserap oleh plankton. Lalu, plankton tersebut akan dikonsumsi oleh ikan kecil yang kemudian akan dikonsumsi oleh ikan yang lebih besar. Sampai di ikan besar, kandungan merkuri sudah berkali lipat. Itulah sebabnya kenapa ikan yang besar lebih banyak terpapar merkuri dibandingkan ikan yang kecil.

Kita juga bisa mengontrol konsumsi beberapa jenis ikan di atas sesekali dalam jumlah sewajarnya sesuai usia. Misalnya, untuk anak-anak berusia di bawah 3 tahun, konsumsi ikan sebaiknya tidak lebih dari 28 gram per hari. Sedangkan untuk anak-anak berusia 4 hingga 7 tahun, takaran yang masih wajar adalah 56 gram per hari.

ilustrasi guru mengajarkan rantai makanan ikan ke anak-anak sambil makan ikan
Ilustrasi tentang rantai makanan ikan yang dibagikan dalam bentuk kalender ke penambang emas skala kecil (PESK) di lokasi proyek GOLD-ISMIA.

Konsumsi ikan air tawar

Alih-alih mengkonsumsi ikan laut yang cenderung memiliki kandungan merkuri lebih tinggi, kita bisa mengkonsumsi ikan air tawar yang berasal bukan dari lokasi tambang, sebagai alternatif. Selain kandungan sumber omega-3 dan proteinnya yang tak kalah dari ikan laut, ikan air tawar juga aman dari kandungan merkuri.

Foto tumpukan ikan nila
Ikan tilapia atau biasa dikenal dengan ikan nila merupakan salah satu sumber ikan air tawar. Selama diketahui sumber tambaknya, ikan air tawar relatif lebih aman dibandingkan ikan laut yang terkontaminasi merkuri secara akumulatif.

Cek informasi mengenai ikan yang aman dikonsumsi

Rajin-rajinlah mencari informasi mengenai ikan yang aman untuk dikonsumsi melalui laman portal berita terpercaya atau dari website resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Faktanya, keracunan merkuri tidak hanya terjadi pada orang yang sering mengonsumsi ikan yang tercemar merkuri saja, lho. Orang yang gemar menggunakan kosmetik bermerkuri dan para penambang emas skala kecil juga berisiko terkontaminasi merkuri. Hal ini dikarenakan, PESK merupakan salah satu sumber emisi merkuri terbesar yang menyebabkan ikan-ikan terkontaminasi merkuri.

Upaya Pengentasan Merkuri

Cara terbaik yang bisa kita lakukan agar terhindar dari bahaya merkuri bagi kesehatan adalah dengan mengawasi konsumsi beberapa jenis ikan yang tinggi kadar merkurinya. Kita juga bisa mendukung upaya penurunan dan penghapusan merkuri di Indonesia yang diusung dalam program GOLD-ISMIA. Salah satunya adalah alih teknologi penambangan emas yang bebas merkuri dan lebih ramah lingkungan bagi pertambangan emas skala kecil (PESK).

Cek program GOLD-ISMIA dalam mengentaskan dan menghapuskan penggunaan merkuri di sini

Awam Prakoso bersama dua anak SD memperagakan dongeng di depan ruangan
Awam Prakoso (kanan) meminta peserta dari Sekolah Dasar untuk menceritakan dongeng mereka di Pelatihan Dongeng bersama GOLD-ISMIA di Yogyakarta. Pelatihan dongeng merupakan salah satu program yang dilakukan GOLD-ISMIA yang mentargetkan anak dan guru sekolah dasar hingga menengah untuk menjadi bagian dari Kampanye Bebas Merkuri di wilayahnya masing-masing.

Demi masa depan kesehatan anak-anak yang bebas merkuri, mari kita Dukung upaya pemerintah Indonesia menghapuskan merkuri dari sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK)!

#MerkuriBikinRugi